konsep dasar marketing

KONSEP MARKETING YANG WAJIB DIKETAHUI

Marketing atau pemasaran adalah suatu hal yang dibutuhkan bisnis di bidang apapun, terlebih di era seperti sekarang ini. Lalu kenapa sangat dibutuhkan ?. Saat semua orang memiliki uang untuk membeli semua output yang dihasilkan oleh produsen tentu hal ini bukan menjadi permasalahan. Artinya produk apapun yang dikeluarkan oleh pabrik pasti akan diserap pasar dan laku, karena semua orang punya uang.

Namun disaat era persaingan dimana semua produsen berlomba-lomba menghasilkan suatu produk apa yang akan terjadi ?. Ada juga kondisi dimana penghasilan yang didapatkan terbatas dan digunakan untuk banyak hal. Disini akan terjadi pelanggan mulai berbelanja dengan hati-hati. Tidak semua produk yang diproduksi dapat diserap oleh pasar.

Marketing lahir sebagai solusi. Marketing akan mengatakan “kita harus mengerti pasar dan kemudian menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar”. Tidak bisa lagi asal-asalan menciptakan produk. Marketing kata dasarnya adalah market, pasar.

Kita perlu memahami pasar untuk bisa melakukan pemasaran secara efektif. Marketing adalah bagaimana kita memahami pasar, beradaptasi dengan pasar, menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, menciptakan merek yang relevan dengan pasar, menciptakan pelayan yang relevan juga dengan pasar yang ingin kita layani. Itulah kenapa kita perlu marketing

Baca : MENGAPA DIGITAL MARKETING SANGAT PENTING BAGI BISNIS

Kerangka Dasar Marketing

Memahami konsep dasar marketing

Kerangka dasar dalam marketing ini akan kita gunakan sebelum menyusun strategi pemasaran. Kerangka dasar ini lebih dikenla sebagai 4C. Yaitu Company, Customer, Competitor, dan Change. Mari kita bahas satu-persatu agar makin jelas.

Yang pertama adalah Company. Baik anda seorang wirausaha, anda bekerja di sebuah perusahaan meniti karir disana, maupun anda seorang individu yang ingin memasarkan diri di dunia kerja. Anda memposisikan diri sebagai company.

Company ini tentunya punya C yang ke-dua, yaitu Customer. Setiap customer punya pasar yang ingin dituju. Tetapi pada dasarnya setiap pemasar tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Jadi anda harus memilih segmen yang Anda akan tuju. Inilah C yang ke 2, yaitu customer. Customer mana yang ingin Anda puaskan dengan produk atau layanan yang Anda miliki.

Baca : PENTINGNYA DATABASE PELANGGAN UNTUK KESUKSESAN BISNIS

C yang ketiga adalah Competitor. Competitor ini adalah pesaing yang akan Anda hadapi untuk memperebutkan customer. Apabila kita tidak punya pesaing, semua produk yang diciptakan oleh company pasti akan terserap oleh customer. Tetapi karena ada competitor, maka customer punya beberapa pilihan untuk memilih produk mana yang akan mereka gunakan. Karena itu kita harus mengawasi dengan baik dan dengan teliti siapa saja sebetulnya pesaing yang ada di industri kita.

C yang ke 4, yaitu Change atau perubahan itu sendiri. Pada dasarnya customer dan competitor tidak statis. Selalu dinamis dan berubah-ubah. Yang saat ini kita anggap sebagai customer mungkin saja tidak akan jadi lagi customer kita dalam 5 tahun kedepan. Karena mungkin mereka sudah lebih tua, mereka tidak lagi tinggal di area tempat kita beroperasi, dan berbagai alasan lain

Change juga mempengaruhi kompetisi. Yang kita tidak sangka-sangka sebagai competitor tiba-tiba menjadi bermunculan. Pada intinya, Anda perlu mengawasi seluruh 4C ini. Mulai dari Change, Competitor, Customer, dan sebagai Company juga perlu melihat secara internal. Dengan lingkungan bisnis Anda, dengan competitor, dengan peta persaingan, dengan perubahan perilaku customer. Apa yang harus Anda lakukan sebagai sebuah usaha untuk menyikapi lingkungan bisnis yang kita hadapi tersebut.

Elemen Dasar Dalam Marketing

Pada dasarnya ada 9 elemen dalam marketing yang sangat perlu Anda perhatikan.

1. Marketing Strategy

Elemen pertama yang merupakan landasan paling penting adalah segmentasi. Setiap orang disebuah pasar tidak homogen. Setiap orang punya preferensi yang berbeda dan bersedia untuk membayar dengan jumlah yang berbeda padahal ada kemungkinan produknya sama. Pilihan segmen tersebut, kita sebut sebagai segmentasi. Memecah- mecah pasar menjadi bagian-bagian yang tidak homogen yang berbeda satu sama lain.

Tugas Anda berikutnya di elemen kedua marketing adalah untuk memilih segmen mana yang kira-kira akan dilayani. Pilihan target dari segmen yang anda lakukan itu akan menentukan positioning Anda. Positioning ini adalah elemen pemasaran yang ketiga.

3 elemen pertama ini yaitu Segmentation, targeting dan positioning sering disebut sebagai strategi pemasaran.

Baca : 5 STRATEGI PEMASARAN DI ERA DIGITAL

Strategi marketing adalah konsep dasar marketing yang wajib dikuasai

2. Marketing Tactics

Berlajut ke-elemen yang keempat, Anda harus punya diferensiasi. .Anda harus mampu menjustifikasi kenapa harga produk Anda misalnya berbeda dibandingkan produk yag lain. Disini, Anda harus punya diferensiasi yang mendukung harga yang anda buat.

Setelah diferensiasi kita akan membicarakan tentang marketing mix sebagai elemen yang kelima. Di elemen yang kelima ini kita berbicara tidak hanya produk. Isi produknya apa saja ?. Harganya kira-kira mau di-set berapa dan ada berapa variasi harga. Anda juga akan berbicara tentang bagaimana mempromosikannya. Apakah melakukan iklan media sosial, apakah lewat brosur dan lain sebagaianya

Baca : TIPS MEMBUAT IKLAN YANG MENARIK

Elemen yang keenam adalah selling. Dengan produk yang sudah Anda buat, dengan harga yang sudah anda tetapkan, bagaimana Anda menjualnya. Apakah anda menjual langsung toko?. Apakah menggunakan para partner atau yang biasa dikenal sebagai distributor ?. Atau menggunakan sistem lain misalnya seperti franchise.

3 elemen selanjutnya yaitu differentiation, marketing mix dan selling sering disebut sebagai taktik pemasaran.

3. Marketing Value

Katakanlah bisnis Anda berjalan baik. Selanjutnya Anda harus mulai masuk kepada elemen marketing yang nomor tujuh yaitu brand. Lalu anda perlu menjaga hak ciptanya dan Anda komunikasikan terus sehingga merek tersebut semakin lama semakin terbang tinggi.

Selain itu anda juga harus berpikir mulai service sebagai elemen marketing yang kedelapan. Ketika sebuah produk sudah matang. Tidak hanya brand atau merek yang anda butuhkan. Anda juga butuh pelayanan yang ekstra. Bagaimana ketika orang memilih produk Anda, tidak hanya merasakan produknya saja, tetapi juga layanan dibalik produk tersebut.

Baca : CARA CERDAS MENANGANI KOMPLAIN PELANGGAN

Dan terakhir tentunya, ketika produk Anda semakin berkembang, Anda memerlukan satu lagi elemen marketing yang disebut process. Misalnya, Anda sekarang sudah memiliki 1000 karyawan dengan cabang tersebar di 20 kota besar. Bagaimana anda mengelola semua ini ?. Inilah elemen kesembilan marketing, yaitu process.

3 elemen terakhir yaitu brand, service dan process sering disebut sebagai value pemasaran atau nilai apa yang akan Anda sampaikan kepada pelanggan.

Pemahaman tentang konsep dasar marketing akan membantu dalam penyusunan strategi marketing

Kesimpulan

Setelah membaca semua isi artikel dari Optima Solusi Digital diatas, semoga Anda makin jelas dan memahami tentang konsep dasar dalam marketing. Dimulai dari kerangka dasarnya yaitu faktor 4C ( company, customer, competitor,change). Anda tentu harus memahami hal ini sebelum menyusun strategi pemasaran.

Baca : KAMU YANG MANA ? SALES ATAU MARKETING

Kemudian berlanjut ke tahapan marketing strategy, tactics dan value. Dengan pemahaman mendalam akan hal ini akan sangat membantu Anda dalam menentukan langkah atau strategi kedepan didalam memasarkan produk Anda.

Kamu Sales Atau Marketing

KAMU YANG MANA ? SALES ATAU MARKETING

Apakah kamu sales atau marketing ?. Apakah sales itu sama dengan marketing ?

Jika muncul pertanyaan seperti diatas mengenai apakah sales dan marketing itu sama ?. Sebagian besar orang akan berpendapat bahwa sales dan marketing itu sama. Sebenarnya kedua istilah itu memiliki perbedaan, namun bagi orang awam sales marketing itu sama saja, sama-sama menjual produk.

Lalu apa perbedaanya ? Simak selengkapnya secara terperinci dalam artikel ini.

Definisi Pekerjaan

Yang dimaksud dengan marketing adalah keseluruhan sistem dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan produk, menetapkan harga, mempromosikan produk dan mendistribusikan produk dengan tujuan untuk memberikan kepuasan kepada para konsumen. Pada intinya perananya adalah untuk mengimplementasikan strategi atau membuat implementasi strategi perusahaan dengan sistem yang telah ditetapkan.

Sedangkan sales merupakan kegiatan yang hanya terfokus pada aktivitas penjualan baik produk maupun jasa pada harga yang telah ditetapkan perusahaan. Fokus utama sales adalah pada peningkatan angka penjualan saja.

Baca : KONSEP MARKETING YANG WAJIB DIKETAHUI

Implementasi Strategi

Dalam strateginya, marketing secara umum akan terfokus pada 7P yaitu product (produk), price ( harga), place (tempat), promotion (promosi), process (proses), people (orang) dan physical evidence (bukti fisik). Di lain sisi sales hanya menjalankan atua menjadi satu bagian pada promosi saja dan cenderung tidak memperhatikan faktor lain yang dapat menunjang pemasaran.

Perbedaan selanjutnya dalam strategi marketing, seorang marketer akan sangat memperhatikan brand image suatu produk. Tujuan besarnya adalah agar konsumen memutuskan membeli produk karena sudah mengetahui kualitas produk dan brand produk tersebut. Sedangkan seorang salesman atau sales person cenderung tidak begitu mempedulikan brand image product. Yang terpenting bagi sales adalah menawarkan dan menginformasikan kepada konsumen kelebihan produknya agar konsumen tertarik untuk membeli.

Namun, ada juga perusahaan yang menempatkan sales sebagai bagian dari tim marketing dengan membedakan tugas mereka. Marketing bekerja untuk menjalankan dan fokus pada strategi pemasaran, sedangkan sales, akan bekerja setelah produk siap untuk dipasarkan.

Sales dan Marketing adalah profesi yang sebenarnya berbeda

Proses Kerja Sales dan Marketing

Perbedaan selanjutnya adalah dalam proses kerja. Sales akan berhadapan langsung dengan konsumen. Sales bisa datang langsung bertemu tatap muka dengan konsumen, menghubungi via telepon, chat atau cara lainnya. Sementara marketing akan bertugas untuk melakukan analisa pasar, identifikasi pasar, identifikasi lokasi potensial dan faktor lain yang mempengaruhi penjualan. Hasil analisa tadi akan diberikan kepada tim sales untuk dieksekusi menjadi penjualan dengan cara berinteraksi secara langsung.

Hubungan sales sendiri pada umumnya akan berakhir setelah konsumen melakukan penjualan atau proses transaksi jual beli selesai dilakukan. Di lain sisi marketing akan berpikir bagaimana agar konsumen yang membeli bisa tetap terjaga hubunganya dalam artian menjadi konsumen yang loyal.

Baca : MENGAPA DIGITAL MARKETING SANGAT PENTING BAGI BISNIS

Prioritas Kerja Sales dan Marketing

Prioritas marketing adalah menjaga hubungan baik dengan konsumen sehingga bisa menjadi pelanggan setia. Sedangkan prioritas sales adalah mengakomodasi kebutuhan konsumen dan membantu memenuhi kebutuhanya tersebut.

Artinya prioritas kerja seorang marketing akan bersifat long term, sementara sales lebih bersifat short term. Oleh karena itu dibutuhkan sinergi antara marketing dan sales agar tujuan perusahaan atau visi dan misi perusahaan dalam hal pemasaran (penjualan) dapat tercapai.

Tujuan Atau Target

Sales beraktivitas untuk menghubungi konsumen atau calon konsumen dan dengan target mencapai kesepakatan transaksi dengan konsumen. Marketing menjamin bahwa produk yang dipasarkan atau ditawarkan oleh sales benar-benar berkualitas dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Setelah membaca uraian diatas tentu sudah jelas perbedaan antara sales dan marketing. Baik sales dan marketing memiliki peran, tujuan, cara kerja dan proses yang berbeda.

Apakah Bisa Menjadi Sales Sekaligus Marketing ?

Seorang sales person akan berorientasi pada pencapaian pendapatan, sementara seorang marketer akan berorientasi pada bagaimana mencapai jangkauan pasar yang lebih luas agar informasi dan branding produk mencapai target yang telah ditetapkan.

Menjalakan tugas dan peran sebagai sales person dan marketer tentu akan memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Bukan tidak mungkin dilakukan, apalagi jika pilihan menjadi sales atau marketing ini diterapkan dalam perusahaan skala kecil. Tentunya seiring perkembangan perusahaan pemisahan peran sales dan marketing akan menjadi pilihan yang lebih bijak agar peran keduanya bisa dilaksanakan secara maksimal.

Dalam organisasi bisnis sales dan marketing memiliki tanggung jawab yang berbeda

Ilustrasi Peran Dalam Organisasi Bisnis

Untuk lebih memudahkan dan agar lebih memahami lagi mengenai sales dan marketing , mari berandai-andai kita sedang berada dalam sebuah tim sepakbola. Dalam tim sepakbola tujuan utamanya adalah memenangkan suatu kompetisi.

Manajer marketing atau marketing akan berperan untuk menyusun rencana dan strategi permainan agar tim sepakbolanya mampu menjuarai kompetisi. Dia tidak akan menyiapkan strategi untuk satu pertandingan saja tentunya. Bisa jadi dalam setiap pertandingan akan menerapkan strategi yang berbeda.

Sales disini akan berperan sebagai seorang penyerang atau striker. Tugas utama seorang penyerang atau striker adalah mencetak gol sebanyak mungkin. Boleh diartikan, menjadi mencetak kesepakatan transaksi penjualan sebanyak mungkin.

Market analis, designer , editor , telemarketing hingga admin media sosial akan berperan sebagai gelandang atau pemain tengah. Fungsi utama gelandang tengah dalam permainan sepakbola adalah memberikan umpan yang baik kepada penyerang ( dalam hal ini sales) agar bisa mencetak sebanyak mungkin gol kegawang lawan.

Customer service atau customer relation akan berperan sebagai bek. Tugas utama bek adalah menjaga atau menahan serangan komplain atau ketidakpuasan dari pelanggan . Sesekali customer service juga harus mampu berperan untuk memberikan umpan balik kepada sales maupun tim analis.

Tim riset marketing akan berperan sebagai penjaga gawang. Tugas utamanya adalah menjaga gawangnya agar tidak kebobolan oleh pesaing. Caranya adalah dengan terus melakukan pengembangan dan inovasi agar tetap kompetitif dengan kompetitor.

Tujuan akhir dari sales dan marketing adalah penjualan.  Dalam prosesnya, Sales dan Marketing memiliki peran yang berbeda dalam mencetak angka penjualan

Dalam tim sepakbola, seorang striker tidak akan mampu mencetak gol jika hanya bekerja sendirian. Striker butuh dukungan berupa umpan yang baik kepadanya. Begitu pula dengan pemain tengah. Meski pemain tengah memiliki kemampuan umpan yang luar biasa baik, namun jika striker mereka tidak mampu mengeksekusi dengan baik maka tidak mungkin juga gawang lawan bisa dibobol.

Baca : BASIC SELLING SKILL

Pemain belakang dan kiper juga sangat berperan. Lagi-lagi menjadi percuma ketika mampu mencetak banyak gol namun juga kebobolan banyak gol. Jadi bisa disimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki omset atau nilai penjualan yang tinggi dan stabil adalah perusahaan yang memiliki organisasi yang terorganisir dengan baik.

Sales Atau Marketing ?

Semua memiliki peran masing masing dan setiap dari anggota organisasi harus paham peran masing-masing dan paham bagaimana menjalankan perananya dengan sebaik mungkin.

Setelah membaca ulasan diatas semoga rekan-rekan sekalian makin mengerti apa perbedaan sales dan marketing. Mulai dari definisi pekerjaan masing-masing, perbedaan pada implementasi strategi , perbedaan pada proses kerja, perbedaan pada prioritas kerja hingga perbedaan pada tujuan atau target masing-masing.

Kembali ke pertanyaan awal, apakah kamu sales atau marketing ?. Apapun pilihanya baik sales dan marketing memiliki peran yang strategis dalam mencapai target penjualan perusahaan. Namun apakah kedua perannya bisa dirangkap ? itu semua kembali kepada banyak faktor mulai dari ukuran organisasi, kemampuan finansial organisasi hingga strategi organisasi.