Pentingnya-supply-chain-management

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

Supply Chain Management atau manajemen rantai pasokan barang adalah di mana barang itu mengalir dari hulu sampai ke hilir sebagai sebuah rantai, mengikuti sejumlah pelaku atau sejumlah pihak. Ada pabrik di hulu yang memproduksi. Dihulunya lagi, ada suplier yang memasok material. Kemudian, pabrik akan mengirimkan produk itu ke distributor.

Dari distributor mungkin akan mengirimkan ke wholesaler. Kemudian wholesaler akan mengirimkan produk itu ke toko. Jadi, ada sejumlah pemain atau sejumlah organisasi yang terlibat dalam supply chain dan masing-masing organisasi ini mungkin beroperasi di tempat yang berbeda-beda, bahkan, di negara yang berbeda-beda.

Supply chain bisa menjadi sangat kompleks, melewati batas-batas negara, bahkan, batas-batas benua, panjangnya bisa sangat panjang, beribu-ribu mil. Artinya didalam mengelolanya membutuhkan satu metode, satu kecermatan dan dibutuhkan kerja sama yang baik antara satu pelaku dengan pelaku yang lainnya.

Contoh Supply Chain

Supply chain mengatur bagaimana aliran barang dari hulu sampai ke konsumen akhir

Sebagai contohnya, kita bicara misalnya soal pakaian yang kita gunakan. Yang pertama, ada pihak-pihak yang bertugas untuk memproduksi bahan baku. Mereka menyiapkan benang dan lain sebagainya. Di fase kedua, ada perusahaan yang memproduksi benang itu menjadi kain, yaitu perusahaan-perusahaan tekstil.

Di fase ketiga, ada perusahaan garment yang mengubah tekstil menjadi pakaian. Kemudian, setelah menjadi pakaian akan didistribusikan oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki brand, yaitu brand owner. Bisa saja dalam hal ini adalah global brand owner yang akan menjual produknya di negara-negara dimanapun mereka beroperasi. Atau bisa saja produk itu diproduksi di Indonesia, kemudian dipasarkan di Eropa atau di Amerika melalui jaringan toko atau jaringan retail.

Yang perlu diingat, supply chain management bukan hanya berbicara mengenai aliran barang. Sebetulnya ada tiga hal yang mengalir. Di samping barang, yaitu aliran informasi dan aliran uang. Yang sangat penting di antara tiga hal ini dan perlu garis bawahi adalah aliran informasi. Supply chain yang bagus, dewasa ini, sangat bergantung bagaimana cara mengelola aliran informasi.

Baca : PENTINGNYA KEGIATAN ADMINISTRASI BISNIS UNTUK PERUSAHAAN

Pentingnya Aliran Informasi

aliran informasi adalah hal terpenting dalam supply chain management

Sebagai contoh, misalnya Anda memiliki pabrik dan bisa memantau perkembangan penjualan dari toko, dan tahu berapa stok yang tersisa di toko. Dengan begitu Anda bisa meramalkan kebutuhan ke depan dengan lebih akurat. Anda juga bisa menentukan berapa barang yang akan dikirim ke toko dan menentukan berapa yang harus saya produksi hari ini.

Di pabrik, Anda juga membutuhkan informasi aliran material dari supplier. Anda tentu harus tahu status order sudah sampai di mana sekarang. Apakah ada kemungkinan akan terlambat. Hal-hal tersebut akan sangat membantu Anda sebagai pemilik pabrik untuk membuat keputusan.

Bisa dikatakan bahwa syarat kunci di dalam supply chain adalah how to manage information. Pergerakan barang sepenuhnya diatur oleh informasi. Bagiamana cara untuk mengirimkan value kepada pelanggan sangat bergantung pada how to manage information.

Baca : MANFAAT SOFTWARE ERP UNTUK BISNIS ANDA

Ciri-Ciri Supply Chain Yang Bagus

Bagaimana cara menilai seuatu perusahaan memiliki supply chain management yang bagus ?. Jika mengikuti konsep dari Supply Chain Council, mereka memiliki satu metodologi yang disebut sebagai SCOR. SCOR ini adalah singkatan dari Suply Chain Operation Reference.

Ada lima aspek yang penting dimiliki oleh supply chain agar berjalan dengan baik. Aspek pertama adalah Reliability atau kehandalan. Handal disini artinya Barang yang kita produksi dan barang yang kita kirim, spesifikasinya sesuai dengan yang diminta oleh pelanggan.

Aspek kedua adalah responsiveness atau artinya kita mampu memenuhi order dari pelanggan dengan lebih cepat. Kecepatan kita di dalam memenuhi order dari pelanggan. Semakin cepat tentu saja semakin baik. Jika kompetitor kita bisa dua hari, apa kita bisa dua hari atau kurang dari itu? Itu menunjukkan responsiveness.

Aspek ketiga yang juga penting adalah agility. Agility adalah ukuran kemampuan kita untuk bisa fleksibel dan adaptif. Permintaan bisa saja tiba-tiba naik. Namun tidak menutup kemungkinan tiba-tiba bisa turun. Jadi, permintaan bisa naik, bisa turun. Pertanyaannya, mampukah kita menyesuaikan dengan perubahan yang ada di lapangan.

Aspek keempat adalah efisiensi. Proses kita dalam membeli material, proses kita dalam memproduksi barang, proses kita dalam mengirim barang, sedapat mungkin cost-nya dibuat rendah. Ini penting sekali karena, tentu saja, apa pun barang yang kita jual, walaupun cost tidak selalu menjadi pertimbangan utama, tapi cost selalu penting.

Baca : PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK EFISIENSI BIAYA

Aspek kelima adalah productivity. Di dalam pabrik, ada mesin produksi, ada bangunan, ada forklift, ada kapal, ada truk, dan berbagai alat transportasi yang lainnya. Ini adalah aset. Bagaimana kita bisa menghasilkan revenue yang lebih besar dengan aset yang relatif lebih kecil. Ini merupakan ukuran yang juga sangat penting supaya aset kita produktif menghasilkan revenue.

Supply Chain Management yang bagus akan menaikkan daya saing perusahaan

Kesimpulan

Supply Chain Management adalah ilmu yang sangat penting. Bisa diterapkan oleh berbagai macam perusahaan untuk menciptakan daya saing mereka di pasar. Hampir tidak ada perusahaan yang memproduksi produk dan mengirimkan produk itu ke pasar akan bisa lepas dari praktik-praktik Supply Chain Management.

Apalagi, jika kita bicara tentang konteks Indonesia, di mana kita berada di negara kepulauan yang biaya logistiknya relatif masih sangat mahal dengan infrastruktur yang tidak terlalu bagus. Maka, cara mengelola Supply Chain Management dan Logistik yang sangat baik sangat diperlukan apabila kita ingin bersaing di pasar.

Pentingnya Database Pelanggan Untuk Kesuksesan Bisnis

PENTINGNYA DATABASE PELANGGAN UNTUK KESUKSESAN BISNIS

Database pelanggan adalah kumpulan informasi komprehensif terorganisir yang berisi diantaranya nama pelanggan, data demografis,riwayat transaksi dan informasi lain yang berkaitan dengan pelanggan. Jika dimanfaatkan secara maksimal, informasi didalamnya dapat memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan.

Menjalankan sebuah bisnis apapun tentunya akan selalu berhubungan dengan yang namanya pelanggan. Mengenali data pelanggan akan membantu Anda untuk mendapatkan lebih banyak prospek dan lebih banyak bisnis. Memahami pelanggan adalah kunci untuk memberi mereka layanan yang baik yang pada gilirannya menghasilkan hubungan pelanggan yang kuat.

Database Pelanggan akan membuat bisnis anda sukses jika dimanfaatkan dengan baik

Manfaat Database Pelanggan

Saat memulai sebuah bisnis , seringkali para pebisnis merasa kebingungan kemana harus mendistribusikan produknya. Hal ini biasanya disebabkan karena ketidaksiapan mereka dalam menetapkan pasar yang akan dituju. Kemungkinan lainnya adalah para pebisnis tersebut sudah memiliki database yang besar, tetapi tidak diolah secara maksimal. Mereka hanya fokus untuk mencari konsumen baru dan melupakan pelanggan yang sudah ada . Database pelanggan yang akurat dan lengkap dapat diibaratkan sebagai senjata yang ampuh bagi para pebisnis karena memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Membantu Memprediksi Kebutuhan Pelanggan

Dalam sebuah bisnis, membaca kesempatan dengan memprediksi kebutuhan pelanggan menjadi hal yang penting. Dengan data yang yang detail Anda akan terbantu saat mengidentifikasi preferensi pelanggan. Anda bisa mengetahui pola pembelian serta memprediksi kebutuhan pelanggan, bahkan sebelum mereka mengatakannya.

2. Gambaran Potensi Pasar

Database pelanggan yang lengkap dan akurat akan sangat membantu Anda dalam menentukan potensi pasar berdasarkan area atau kelompok umur. Dengan demikian Anda bisa menganalisa produk yang tepat untuk pembeli yang tepat. Jika potensi penjualan di area yang dituju masih rendah, maka Anda bisa segera menentukan strategi promosi yang dapat mendongkrak penjualan.

3. Membantu Menganalisa Penjualan

Database yang baik akan membantu Anda dalam menawarkan produk baru kepada pelanggan baru dan lama. Selain itu Anda juga dapat menganalisa penyebab penurunan atau peningkatan penjualan. Dengan demikian Anda dapat segera menentukan strategi yang dibutuhkan saat penjualan menurun.

Database Pelanggan dapat dijadikan dasar membuat analisa dan untuk mengambil keputusan

Baca : CARA CERDAS MENANGANI KOMPLAIN PELANGGAN

4. Merekam Pelanggan Blakclist

Sebagai seorang pebisnis, jangan sampai membuang waktu hanya untuk menjual produk ke orang yang salah. Dengan database pelanggan yang dimiliki, Anda akan mengetahui konsumen mana saja yang bermasalah dalam melakukan transaksi jual beli. Seorang pelanggan dapat Anda masukkan ke dalam kategori blacklist karena alasan tertentu, seperti fake customer atau pelanggan yang bermasalah pada saat melakukan pembayaran.

5. Petunjuk Arah Penjualan

Database pelanggan dapat digunakan sebagai salah satu penunjuk arah penjualan agar produk dapat memasuki pasar yang tepat. Aktivitas penjualan akan berjalan secara cepat dan efisien jika tenaga penjual telah dilengkapi dengan database yang prospektif dan menjadi target pasar bisnis Anda.

Baca : AFTER SALES SERVICE SEBAGAI KUNCI KESUKSESAN BISNIS

6. Sarana Berkomunikasi Dengan Pelanggan

Jika sudah memiliki database pelanggan, maka tugas Anda selanjutnya adalah menjalin komunikasi dengan mereka secara personal sehingga timbul kedekatan. Inilah yang menjadi kunci agar mereka tetap loyal terhadap produk Anda bahkan merekomendasikan produk Anda.

7. Menambah Omset Atau Arus Kas

Database pelanggan yang detail juga erat kaitanya sebagai sarana untuk mendongkrak omset penjualan. Ketika Anda bisa menyiapkan sebuah hal yang pelanggan butuhkan, otomatis omset juga akan bertambah. Semakin banyak data yang dimiliki, peluang yang dihasilkan untuk memasarkan produk lebih besar.

Mengelola Database Pelanggan

Database pelanggan jika dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal akan memberikan banyak keuntungan untuk bisnis. Seluruh data ini adalah aset yang sangat berharga, dengan database tersebut, Anda bisa dengan mudah menggunakannya untuk melakukan promosi, pengenalan produk baru,penetapan harga hingga membuat produk atau layanan baru bagi pelanggan.

Contoh Aplikasi Pengelolaan Data Pelanggan Optima Solusi Digital yang sudah terkoneksi dengan layanan customer relationship management (CRM).

Software pengelolan database pelanggan yang terkoneksi dengan aplikasi CRM

Mengingat pentingnya pengelolaan database pelanggan, alangkah baiknya sebagai pebisnis Anda mulai fokus untuk memperhatikannya secara seksama. Terlebih apabila saat ini Anda masih menyimpan data pelanggan secara manual dan belum terkoneksi dengan baik bersama aplikasi pendukung lainnya.

Cara Menangani Komplain Pelanggan

CARA CERDAS MENANGANI KOMPLAIN PELANGGAN

Komplain pelanggan adalah bagian tak terpisahkan dalam sebuah bisnis. Dimana ada layanan atas transaksi produk maupun jasa, maka disana ada potensi komplain pelanggan.

Setelah menggunakan produk atau jasa Anda, konsumen yang puas tentunya akan memberikan ulasan positif sekaligus merekomendasikannya kepada orang lain. Di sisi lain, konsumen yang merasa tidak puas tentunya akan kecewa dan memberikan keluhan. Konsumen yang kecewa ini akan menjadi masalah serius jika tidak diatasi. Mereka cenderung tidak akan membeli lagi produk atau menggunakan jasa Anda, bahkan menjelekkan bisnis Anda ke orang lain. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menangani keluhan pelanggan atau konsumen.

Yang harus diperhatikan dan Anda catat bahwa Komplain tidak selalu menjadi indikasi kalau produk, jasa, atau brand itu buruk. Namun, penanganan komplain secara baik disertai upaya belajar dari history komplain, akan berdampak positif untuk bisnis Anda.

Memahami komplain pelanggan sebagai sebuah upaya perbaikan pelayanan

Melihat Komplain Pelanggan Sebagai Sebuah Pelajaran

Komplain pelanggan memang bukan hal yang menyenangkan. Tetapi, sebenarnya ada banyak pelajaran berharga yang bisa Anda ambil sebagai pebisnis. Semua kembali dari sisi mana Anda melihat dan mempelajari data komplain dari pelanggan Anda.

Yang menarik, setiap pelanggan mempunyai keunikan tersendiri dalam perilaku mereka terhadap komplain. Seperti data yang disajikan Optima Solusi Digital berikut ini.

1. Tidak Semua Pelanggan Yang Kecewa Menyampaikan Komplain

Kekecewaan pelanggan tidak selalu berujung pada laporan komplain ke perusahaan. Ini bisa terjadi salah satunya karena karakteristik pelanggan yang memang tidak peduli, sungkan, malas, atau takut.

Sebagai pebisnis Anda malah harus Berhati- hatilah dengan jenis pelanggan seperti ini. Golongan Mereka ini justru bisa membahayakan bisnis Anda. Anda berpikir bahwa semua baik- baik saja atau bahkan nyaris sempurna. Padahal di ujung sana ada kelompok orang yang tidak puas dengan produk dan jasa Anda, lalu menceritakannya kepada teman dan bisa menciptakan persepsi negatif tentang bisnis Anda

2. Pelanggan Tidak Puas Tetapi Tidak Mau Komplain Lebih Berbahaya

Selain bisa menciptakan persepsi negatif secara ‘tidak terlihat’, pelanggan yang cuek ini bisa saja diam- diam akan beralih ke kompetitor Anda. Coba Anda membuka data pelanggan Anda, dan bandingkan berapa banyak pelanggan yang membeli satu kali dan berapa banyak yang menjadi pelanggan loyal Anda. Pernahkah Anda melakukan penelitian mengapa mereka hanya membeli satu kali dan tidak kembali lagi?.

Jika belum memiliki pengolahan data pelanggan atau malah sama sekali tidak memiliki catatan data pelanggan, catat hal ini sebagai PR besar untuk bisnis Anda ya!.

Software Pengolahan Database Pelanggan Terbaik

3. Pelanggan Yang Menyampaikan Komplain dan Tidak Dilayani Dengan Baik, Cenderung Berkoar- Koar

Sebagai pebisnis , Anda masih bisa tenang jika pelanggan ini hanya “koar- koar” pada satu atau dua teman. Tetapi, sebenarnya Anda tidak pernah benar- benar bisa menebaknya.

Terlebih di era media sosial seperti sekarang ini. Keluhan sekecil apapun bisa diposting di media sosial. Jika ini sampai viral, penjualan Anda bisa terdampak secara signifikan atau disisi lain malah bisa menurukan kredibilitas merk produk Anda.

Komplain pelanggan yang tertangani  dengan baik akan menjadi nilai positif bagi bisnis

4. Pelanggan Yang Menyampaikan Komplain dan Berakhir Puas, Berpotensi Menjadi Pelanggan Setia

Jika Anda berhasil menyelesaikan komplain pelanggan dengan baik, pelanggan akan merasa terbantu dan diperhatikan. Potensi mereka untuk lari ke kompetitor menjadi lebih kecil. Hal ini karena pelanggan menilai bisnis Anda mempunyai rasa tanggungjawab dan empati yang baik kepada mereka.

Kepercayaan ini lah akan mendorong mereka untuk menjadi pelanggan setia Anda. Sebenarnya pelanggan yang menyampaikan komplain terhadap produk dan layanan yang kita berikan sebenarnya masih berharap agar Anda bisa melayani dengan lebih baik lagi. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan jangan malah menyia-nyiakannya.

Jadi, bagaimana cara terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menangani keluhan pelanggan?

Cara Menangani Komplain Pelanggan

1. Terima Dengan Baik

Konsep dasarnya adalah membiarkan pelanggan tahu bahwa Anda memperhatikan apa yang mereka sampaikan. Akuilah jika Anda memang melakukan kesalahan. Jangan lupa untuk segera meminta maaf atas ketidaknyamanan yang telah disebabkan oleh kesalahan tersebut.

Katakanlah pula bahwa Anda akan mengatasi kesalahan tersebut pada waktu yang ditentukan. Namun, jika ternyata keluhan yang disampaikan pelanggan bukan disebabkan oleh kesalahan Anda dan telah terjadi kesalahpahaman, katakan saja kepada pelanggan bahwa Anda paham bagaimana masalah tersebut bisa membuat mereka kecewa. Anda tidak setuju begitu saja terhadap apa yang dikatakan pelanggan, tetapi tetap bisa menghargai perasaan mereka.

2. Tunjukkan Empati dan Berkomunikasi Dengan Baik

Rasa empati dapat mengarahkan Anda untuk berkomunikasi dengan baik. Salah satu teknik komunikasi yang baik dan penuh empati adalah menggunakan teknik sandwich. Seperti namanya, teknik ini adalah dengan menjelaskan permasalahan di tengah-tengah, dengan memberikan penjelasan empati di awal dan akhir.

Contohnya seperti ini, ada pelanggan yang mengeluhkan pengiriman barang yang lama. Cara menjelaskannya bisa seperti ini.  Langkah 1, mohon maaf atas keterlambatan barang yang diterima. Kemudian beri penjelasan, bahwa dari ekspedisi ada masalah terkait loading out barang disebabkan penumpukan pengiriman. Tutup dengan statement, lain kali  akan kami pastikan barang yang diterima akan cepat dan baik, jika ke depannya ada keterlambatan lagi, maka akan kami garansikan dengan memberikan voucher diskon.

Komplain pelanggan harus tertangani dengan baik agar bisnis bisa terus bersaing dengan kompetitor

3. Memetakan Masalah Komplain Pelanggan

Begitu mendengarkan keluhan yang disampaikan pelanggan, Anda pun bisa memahami dengan baik masalah apa yang sebetulnya dihadapi. Setelah itu, lakukan analisis secara cepat, apakah sebelumnya Anda juga pernah mendapat keluhan serupa?.

Jika iya, solusi apa yang dulu Anda tawarkan dan terapkan?. Apakah solusi tersebut berhasil mengatasi keluhan pelanggan?. Apabila berhasil, Anda bisa kembali menggunakan solusi tersebut untuk menangani keluhan yang kali ini disampaikan pelanggan.

Itulah mengapa penting bagi Anda untuk mencatat setiap komplain yang masuk dan cara-cara yang Anda lakukan untuk menanganinya. Jika ada satu komplain yang terus menerus disampaikan pelanggan, jadikan hal tersebut sebagai peringatan keras bahwa Anda harus mengambil tindakan serius.

4. Berusaha Memberikan Solusi Terbaik

Menangani komplain pelanggan belumlah selesai sampai Anda benar-benar menerapkan solusi yang telah Anda tawarkan. Penerapan solusi harus menjadi pengalaman yang efisien bagi pelanggan. Misalnya, pelanggan Anda menyampaikan keluhan karena server jaringan website Anda mendadak down. Pastikan pelanggan tahu bahwa Anda memahami betapa mendesaknya masalah tersebut dan Anda akan segera memperbaikinya dalam beberapa jam.

Ingatlah bahwa jika sistem IT perusahaan down, bukan hanya pelanggan yang merasakan dampaknya, tetapi juga Anda. Produktivitas karyawan akan berkurang dan berpengaruh pada performa kinerja. Dalam hal ini, komplain dari pelanggan pun dapat berfungsi sebagai “alarm” bagi bisnis Anda.

Komplain dari pelanggan merupakan hal yang wajar terjadi pada setiap bisnis. Satu hal terpenting adalah kesungguhan Anda dalam menangani komplain tersebut dan memastikan bahwa komplain serupa tak terjadi lagi. Semoga penjelasan diatas mengenai komplain pelanggan dapat membantu Anda.

Komplain pelanggan juga sering terjadi bukan hanya sebatas pada masalah produk. Komplain biasanya juga muncul terkait hal-hal teknis di internal bisnis Anda, misalnya saja kesesuaian invoice. Atau kecepatan tim Anda saat memproses pesanan dari pelanggan, terlebih saat pemesanan sedang menumpuk.

Menggunakan software yang tepat untuk menangani komplain pelanggan merupakan salah satu alternatif agar pelanggan terdata dan tertangani dengan baik

Oleh karena itu, agar terhindar dari hal teknis internal seperti diatas, Anda harus mengandalkan teknologi. Teknologi seperti software order management akan dapat meringankan pekerjaan Anda. Optima Solusi Digital, salah satu penyedia software order management terbaik di Indonesia dapat memberikan solusi bagi Anda.

Cari tahu selengkapnya tentang Software Optima Solusi Digital disini dan dapatkan layanan lengkap dalam pengembangan bisnis di era digital seperti saat ini.

Strategi Bisnis Offline Agar Tidak Punah Di Zaman E-Commerce

STRATEGI BISNIS OFFLINE AGAR TIDAK PUNAH DI ZAMAN E-COMMERCE

E-commerce adalah bagian dari gaya hidup yang tidak bisa ditinggalkan oleh manusia modern. Dengan kehadiran teknologi digital, semua aspek kehidupan manusia bisa lebih mudah. Pertukaran informasi dan ilmu pengetahuan bisa didukung oleh teknologi informasi sepert internet. Namun, hal yang paling menarik dalam e-commerce adalah peluang bisnis baru yang bisa menjadi lahan untuk berburu rupiah.

E-commerce adalah bagian gaya hidup dari manusia modern

Internet memudahkan transaksi bisnis sehingga penjual dan pembeli tidak perlu bertatap muka secara langsung untuk bertransaksi. Selain itu, luasnya wilayah Indonesia dan jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah bisa menjadi pertanda bagi cerahnya masa depan e-commerce di Indonesia. Hal ini memang sulit untuk ditolak karena begitu banyak kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan oleh e-commerce.

Imbasnya bisa dilihat dari mulai banyaknya ritel offline yang pada akhirnya gulung tikar di berbagai negara. Hal ini membuat pelaku usaha offline kian ketar-ketir. Di Indonesia sendiri beberapa ritel yang cukup terkenal di berbagai bidang, seperti elektronik, fashion dan supermarket telah terkena dampaknya dari kemajuan teknologi dan hadirnya era e-commerce.

Tetapi, apakah dengan semakin berkembangnya teknologi ini memberikan dampak negatif terhadap perkembangan bisnis ritel?, Tentunya tidak, jika pelaku usaha ritel offline mau untuk beradaptasi dan membuat strategi baru. Bukan hanya bisnis tetap bertahan, bahkan bisa berpeluang semakin maju.

Maka dari itu, berikut adalah 4 strategi bisnis dari Optima Solusi Digital yang bisa diterapkan untuk ritel offline agartetap eksis di zaman e-commerce.

1. Masuk Pasar Online

Jika kita lihat dari beberapa ritel offline yang akhirnya gulung tikar, kesalahan yang mereka lakukan adalah tidak mengikuti perkembangan zaman, yaitu menyediakan platform online. Mau tidak mau untuk bisa bertahan di zaman ini, pelaku bisnis offline harus bisa beradaptasi. Karena, seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa kebiasaan belanja masyarakat telah berubah.

Dari yang awalnya mereka harus keluar rumah ketika ingin berbelanja kebutuhan, sekarang hanya melalui smartphone sembari duduk di rumah, mereka bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan cepat dan mudah. Oleh karena itu, strategi bisnis pertama yang harus dilakukan oleh pelaku usaha ritel offline adalah dengan beradaptasi dan mengikuti trend bisnis online.

Baca : 5 STRATEGI PEMASARAN DI ERA DIGITAL

Anda bisa mulai dengan menjual produk melalui berbagai situs e-commerce. Dengan mengikuti tren seperti ini, bisnis Anda akan mendapatkan keuntungan baru seperti target pasar yang semakin meluas.

Memanfaatkan Media Sosial adalah salah satu cara bagi bisnis offline bisa bertahan di era E-Commerce

2. Mengenalkan Merk Melalui Media Sosial

Tercatat di tahun 2019 saja, jumlah pengguna sosial media secara global diperkirakan melampaui 2.75 miliar. Bayangkan jika Anda berpotensi mendapatkan 2% saja dari total pengguna.

Namun, bisa dibilang persaingan pada platform media sosial cukup tinggi. Maka dari itu, mulai saat ini cobalah menargetkan iklan untuk beberapa produk unggulan Anda. Serta jangan lupa untuk memastikan bahwa Anda telah mencantumkan detail kontak dan alamat bisnis yang lengkap. Dengan begitu bisnis Anda akan semakin terlihat meyakinkan di mata konsumen.

Baca : MENGAPA DIGITAL MARKETING SANGAT PENTING BAGI BISNIS

3. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

Kesalahan yang paling umum dilakukan pelaku usaha ritel offline adalah dengan tidak meningkatkan loyalitas pelanggan. Padahal, bisa dibilang loyalitas pelanggan merupakan salah satu kunci agar suatu bisnis bisa bertahan lama . Jadi, jika masih menyepelekan hal ini, bersiap- siap saja bisnis Anda lambat laun akan gulung tikar.

Banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari memberikan potongan harga hingga diskon khusus bagi pelanggan setia Anda. Celakanya lagi, kebanyakan pelaku bisnis offline kebanyakan masih menomorsekiankan penyimpanan database pelanggan.

Baca : AFTER SALES SERVICE SEBAGAI KUNCI KESUKSESAN BISNIS

Padahal, dengan kemajuan zaman dan teknologi seperti sekarang ini, penyimpanan database pelanggan adalah suatu hal yang mudah dilakukan. Di tambah lagi apabila bisnis Anda sudah memiliki software khusus terkait manajemen pelanggan atau sering disebut sebagai customer relationship management.

4. Memanfaatkan Teknologi Terbaru Di Gerai Offline

Strategi lain yang bisa digunakan adalah dengan memasukkan teknologi-teknologi terbaru di toko offline untuk meningkatkan kemudahan belanja pelanggan. Misalnya dengan memasukkan teknologi pembayaran digital atau dompet digital yang saat ini sudah banyak digunakan oleh masyarakat.

Baca : PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK EFISIENSI BIAYA

Selain itu, saat ini banyak platform dompet digital yang seringkali menawarkan promo-promo menarik kepada konsumen di setiap transaksinya. Anda bisa memanfaatkannya untuk menarik loyalitas pelanggan.

Beradaptasi dengan era E-Commerce adalah strategi paling penting agar bisnis offline tetap bertahan

Beradaptasi Atau Punah

Saat ini apapun kebutuhan Anda, cukup kunjungi toko online. Klik produk tertentu, dan lakukan transaksi. Setelah itu, barang yang Anda butuhkan sampai ke depan pintu rumah Anda. Semudah itulah berbelanja di era e-commerce ini.

Baca : 11 RESEP SUKSES BERBISNIS ALA JEPANG

Pelaku bisnis dan konsumen sama-sama diuntungkan dalam kegiatan perdagangan dunia maya ini. Penjual bisa memotong biaya tidak penting yang tentunya akan berdampak kepada efisiensi harga suatu produk. Sebagai dampaknya, konsumen bisa mendapatkan harga yang lebih murah.

Jika dilihat dari kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan, peluang ini akan sangat diterima dengan baik oleh masyarakat secara luas. Saat ini pilihan ada di tangan Anda yang masih mengandalkan sistem offline untuk memasarkan produk.

Tetapi perlu diingat, beberapa strategi yang telah disebutkan diatas akan sia-sia jika Anda tidak meningkatkan kualitas produk dan eksekusi strategi secara serius .

Bagi Anda yang ingin mendapatkan layanan satu pintu untuk pengembangan strategi di era e-commerce ini, bisa menghubungi Optima Solusi Digital.

Di Optima Solusi Digital, Anda bisa mendapatkan layanan konsultasi sarana pendukung lengkap hingga pendampingan eksklusif untuk masuk ke dunia bisnis e-commerce. Bukan itu saja, Optima Solusi Digital juga menyediakan software pendukung yang akan memudahkan Anda dalam meningkatkan loyalitas pelanggan maupun proses otomatisasi bisnis yang akan meningkatkan efisiensi maupun efektifitas bisnis yang Anda miliki.

Mari berkolaborasi bersama agar bisa membawa bisnis Anda ke tahap selanjutnya. Untuk apa itu semua?. Tentunya hal ini adalah suatu upaya agar bisnis yang Anda jalankan akan selalu memberikan profit.

Seni Membangun Tim Ala Klub Sepakbola

SENI MEMBANGUN TIM ALA KLUB SEPAKBOLA

Sebuah organisasi tidak akan mampu berkembang menjadi lebih baik apabila didalamnya tidak ada tim yang solid. Membangun tim yang solid mudah dikatakan tapi tidak semudah itu dalam pelaksanaanya. Jika Anda sebagai pemilik bisnis, seni membangun tim mungkin adalah salah satu cabang seni yang wajib anda kuasai.

Anda mungkin seorang marketer dengan kemampuan analisa pasar dan dibekali insting luar biasa dalam mencium peluang bisnis. Atau Anda adalah seorang yang berdarah salesman dengan kemampuan merangkai kata bak penyair dan memiliki jutaan cara jitu dalam meyakinkan pembeli.

Kemampuan marketing dan penjualan memang layak untuk dijadikan jantung dalam bisnis yang Anda bangun. Tapi patut diingat juga bahwa jantung sekuat apapun tidak bisa bekerja sendirian. Ibarat sistem dalam tubuh manusia, tanpa jantung akan mati, namun tanpa didukung organ tubuh lain jantung juga bukan apa-apa. Apa artinya ? Tepat sekali, Anda butuh orang lain atau tim yang bisa menyokong bisnis Anda.

Belajar Dari Tim Sepakbola

Kenapa harus sepakbola ? apakah tidak ada contoh lain ?. Ada dan tentunya banyak yang bisa dijadikan contoh. Alasan logis kenapa seni membangun tim bisa banyak dipelajari dari sepakbola adalah kesamaan dalam kompleksitas persoalan yang harus dihadapi ketika membangun tim.

Dalam sepakbola notabene dibutuhkan 11 orang pemain. Setiap pemain memiliki peran masing-masing, satu dan lainnya tidak bisa dengan seenak hati mengambil peran milik orang lain. Yang terjadi adalah ibarat orkestrasi musik dengan irama teratur yang sudah dirancang dengan sedemikian rupa agar menghasilkan kemenangan dalam sebuah pertandingan.

Lalu hal apa yang bisa kita contoh atau kita ambil dari sepakbola dalam seni membangun tim yang solid dalam bisnis Anda. Lebih lengkapnya dalam artikel Optima Solusi Digital kali ini.

Visi Misi Yang Jelas

Dalam sebuah tim sepakbola visinya sudah sangat jelas yaitu untuk meraih gelar juara. Misinya adalah bagaimana cara memenangkan setiap pertandingan sebanyak mungkin agar meraih gelar juara di akhir kompetisi. Begitu pula dengan bisnis Anda, sebelum mulai membangun tim coba renungkan apakah bisnis Anda telah memiliki visi dan misi yang jelas.

Kenapa penting sekali ?. Jawabannya sangat sederhana, kalau Anda sedang bepergian tanpa tujuan seperti apa rasanya. Aneh pastinya, tanpa arah, tidak ada persiapan dan tidak tahu dimana garis akhirnya. Tanpa visi yang jelas Anda tidak akan bisa membuat misi yang tepat untuk meraih visi bisnis Anda.

Sadar Diri Akan Kemampuan Saat Ini

Sebelum menentukan visi, sebenarnya menyadari kemampuan saat ini adalah langkah yang perlu dilakukan terlebih dahulu. Ini seperti tim sepakbola nasional Indonesia yang memiliki visi untuk menjuarai Piala Dunia. Apakah mustahil ? tentu tidak. Tetapi apakah bisa diraih dalam waktu dekat ? jangan mimpi di siang bolong juga pastinya.

Begitu juga dengan bisnis Anda. Anda boleh bercita-cita atau punya visi untuk menjadi pemimpin pasar dalam suatu bisnis. Tetapi sebaiknya Anda sadari dulu kemampuan saat ini. Ketika sudah sadar akan kemampuan saat ini, visi dan misi yang Anda susun akan jauh lebih realistis dan kemungkinan besar dapat diwujudkan.

Talent Scout

Dalam sepakbola kita mengenal istilah talent scout atau pencarian bakat. Kenapa tim sepakbola itu getol sekali melakukan talent scout. Banyak faktor yang mendasari, tetapi faktor ekonomi bisa dibilang adalah faktor yang paling banyak dipertimbangkan.

Harga pemain seorang bintang sepakbola sangat mahal. Memang kemampuan tidak perlu diragukan, namun bila harus menguras isi saldo bank tentu tidak perlu dilakukan jika memang tidak sangat diperlukan.

Dalam bisnis pun mirip. Anda tidak mungkin serta merta mendatangkan seorang manajer senior dengan pengalaman serta keahlian luar biasa untuk mengelola bisnis Anda. Boleh saja dilakukan bila sumber dana Anda siap. Namun bila belum , mendidik tim Anda dan membentuknya sesuai bisnis Anda adalah langkah yang paling bijak.

Baca : PERANAN HRD DALAM KINERJA BISNIS PERUSAHAAN

Tahu Kapan Menyerang dan Kapan Bertahan

Dalam tim sepakbola, salah satu hal yang wajib diketahui oleh semua pemain adalah mereka harus tahu kapan menyerang dan kapan harus bertahan. Istilah mudahnya adalah mengatur tempo permainan.

Bagaimana caranya mengatur tempo permainan?. Jawabannya adalah harus paham betul dengan situasi dalam pertandingan, harus peka terhadap strategi lawan tanding dan harus mengerti kondisi fisik saat pertandingan.

Dalam bisnis pun mirip. Strategi atau cara main bisnis Anda sangat ditentukan oleh kondisi pasar, kondisi perekonomian, strategi kompetitor, peraturan perundang-undangan yang berlaku hingga kondisi kesehatan perusahaan.

Latihan Rutin

Sudah menjadi kewajiban bagi tim sepakbola untuk menggelar latihan rutin bagi para anggota tim. Disitulah tim pelatih akan mengevaluasi permainan, evaluasi fisik pemain, menerapkan strategi baru hingga merupakan salah satu cara menyatukan tim agar makin solid.

Bisnis Anda-pun perlu melakukan hal yang sama. Latihan dalam hal ini bisa merupakan training untuk meningkatkan kemampuan karyawan atau dalam bentuk meeting rutin untuk evaluasi pencapaian kerja.

Tanpa upgrading skill bisa jadi kemampuan tim Anda akan jauh tertinggal dari kompetitor. Tanpa ada meeting rutin untuk evaluasi ,akan sulit bagi Anda untuk tahu apa yang terjadi di lapangan.

Baca : Resep Rahasia Sukses Bisnis Orang Jepang

Menunjuk Kapten Yang Tepat

Tim-tim juara selalu memiliki seorang kapten tim yang hebat. Sang kapten inilah yang menjadi pemimpin di lapangan dan memberikan pompaan motivasi kepada pemain lain saat dalam situasi sulit atau tertekan.

Ketika bisnis Anda makin berkembang, Anda butuh leader yang bisa dipercaya serta mampu menggantikan peran Anda sebagai pemimpin di lapangan. Dalam tim sepakbola bukan semata senioritas dan kemampuan saja yang menjadi kriteria penunjukkan seorang kapten.

Pun dalam bisnis. Anda tidak bisa semata-mata atas dasar senioritas menunjuk seseorang menjadi pemimpin. Atau atas dasar kemampuan semata misalnya menunjuk seorang Manajer Keuangan menjadi CEO. Kepemimpinan bukan hanya masalah senioritas dan kemampuan. Kepemimpinan juga membutuhkan skill leadership mumpuni bahkan bakat alami yang memang dimiliki seorang pemimpin.

Menunjuk pemimpin itu seperti Anda memilih calon istri. Butuh waktu, butuh saling percaya dan butuh komunikasi lebih lanjut sebelum memantapkan pilihan. Tidak perlu terburu-buru, karena yang akan dipertaruhkan adalah bisnis Anda.

Regenerasi

Sudah banyak tim sepakbola di dunia ini yang anjlok prestasinya karena terbentur masalah regenerasi yang terlambat. Setiap pemain memiliki usia emas masing-masing. Ketika sebuah tim sangat bergantung pada seseorang pemain tanpa menyiapkan penggantinya jauh hari sebelumnya, sudah bisa ditebak kesulitan apa yang akan dihadapi tim tersebut.

Baca : 7 HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEMBENTUK TIM KERJA

Dalam organisasi bisnis, Anda juga perlu menyusun dan memastikan proses regenerasi berjalan dengan baik. Akan sangat beresiko ketika bisnis Anda sangat tergantung pada seseorang bahkan kalaupun itu Anda sendiri.

Regenerasi bukan proses yang cepat. Butuh waktu karena tidak sedikit transfer ilmu dan pengalaman yang terjadi dalam proses itu. Oleh karena itu, ketika bisnis Anda makin berkembang dan organisasi makin besar, tidak ada salahnya untuk segera menyusun strategi regenerasi dalam tim bisnis Anda.

Masih banyak lagi yang bisa diperbandingkan antara membangun tim dalam sepakbola dengan membangun tim dalam bisnis. Semuanya adalah seni. Seni itu membutuhkan rasa. Tanpa rasa seni itu tiada artinya.

Anda bisa menghubungi tim expert Optima Solusi Digital apabila membutuhkan pendampingan eksklusif untuk membentuk organisasi atau tim kerja dalam bisnis Anda. Dengan senang hati kami akan membantu membangun tim bisnis Anda dari nol hingga menjadi tim impian yang Anda dambakan.

Selamat mencoba!

PONDASI YANG WAJIB DIPERKUAT DALAM BERBISNIS

Mempunyai bisnis atau usaha sendiri mungkin itu cita-cita dari sebagian teman-teman,  bagaimana tidak bisnis adalah hal yang sangat menjanjikan jika teman-teman bisa mengelolanya. Coba bayangkan disaat rekan teman-teman masih jadi pekerja, tapi teman-teman sudah memulai bisnis. Apakah itu bukan suatu hal yang membanggakan ?

Tapi untuk berhasil dalam berbisnis tidak semudah apa yang di bayangkan, jika membandingkan resiko iya memang lebih baik jadi pekerja, dapat penghasilan yang tetap dengan minim resiko. Bukan bermaksud untuk membuat teman-teman jadi down dalam berbisnis, tapi memang begitu faktanya.

Jadi teman-teman bila ingin memulai jangan hanya membayangkannya saja, tapi harus dengan action dan perencanaan yang tepat, seperti apa yang telah disampaikan di awal, Bisnis akan sangat menjanjikan jika teman-teman bisa mengelolanya.

Dalam hal ini saya akan membahas, apa saja sih yang perlu menjadi pondasi dalam berbisnis ??

Yang Pertama adalah Keuangan

Berbicara bisnis tidak etis kalo tidak membicarakan tentang keuangan, Sebuah perusahaan dapat dikatakan berkembang dengan baik jika perusahaan tersebut memiliki manajemen keuangan yang teratur dan baik pula meskipun usaha teman-teman masih dalam kategori UMKM.

Manajemen keuangan sendiri merupakan aktivitas yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk mengalokasikan dana secara efektif serta mengelola aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan secara teratur untuk mencapai tujuan dari sebuah perusahaan.

Maka dengan mempelajari beberapa prinsip dasar manajemen keuangan, setidaknya teman-teman akan bisa mencoba untuk mengatur laju keuangan usaha sendiri tanpa harus merekrut ahlinya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam manajeman keuangan
  • Pisahkan keuangan pribadi dengan milik perusahaan
  • Gunakan pembukuan keuangan
  • Planning dengan baik dalam penggunaan kas
  • Pantau cashflow kas perusahaan dengan baik
  • Memastikan perhitungan laba dengan benar
Karena fungsi dari manajemen keuangan dalam sebuah perusahaan adalah sebagai berikut :
  • Sebagai pengelola keuangan dimana dilakukan penyusunan rencana pemasukan dan pengeluaran dana dalam periode tertentu.
  • Sebagai penyimpanan keuangan dimana dana-dana dalam perusahaan dikumpulkan lalu disimpan secara aman.
  • Sebagai pengendali keuangan yaitu dengan melakukan evaluasi atau memperbaiki sistem kondisi keuangan dalam suatu perusahaan.
  • Sebagai pemeriksa keuangan yaitu dengan melakukan audit internal terhadap keuangan pada perusahaan sehingga tidak ada penyalahgunaan dana dalam perusahaan.
  • Sebagai tempat untuk menyediakan informasi tentang keuangan dalam suatu perusahaan.

Jadi betapa pentingnya sebuah manajemen keuangan dalam sebuah bisnis. Jika perusahaan teman-teman ingin berkembang secara maksimal dan memperoleh keuntungan yang maksimal maka manajemen keuangannya harus dikelola dengan baik.

Rekan – rekan pengusaha bisa memanfaatkan tekonologi untuk memudahkan pengawasan manajemen keuangan atau menghubungi penyedia jasa Software Developer yang saat ini sangat mudah ditemukan.

Yang Kedua Sumber Daya Manusia (SDM)

Secara umum, pengertian sumber daya manusia dapat dibagi menjadi dua, yakni sumber daya manusia secara makro dan mikro. Pengertian sumber daya manusia makro adalah jumlah penduduk usia produktif yang ada di sebuah negara, sedangkan pengertian sumber daya manusia mikro lebih mengerucut pada individu yang bekerja pada sebuah institusi.

Pengertian sumber daya manusia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk proses produksi.

Terus apa jadinya jika teman-teman memulai berbisnis dengan keterbatasan SDM ??

Keterbatasan sumber daya manusia bukan masalah baru dalam memulai bisnis. Setiap pebisnis pernah mengalami keterbatasan sumber daya manusia. Maka untuk solusinya teman-teman bisa dengan Pekerjakan Sistem Bagi Hasil, atau bisa juga dengan mengunakan system magang. Jika potensinya sudah terlihat, maka SDM itu sendiri perlu dikembangkan dengan cara meningkatkan produktivitas kerja, efesiensi, attitude, serta pelayanan.

Potensi sumber daya manusia berbeda-beda pada tiap individu. Untuk bisa mengembangkan potensi sumber daya manusia yang berbeda-beda tersebut, maka dibutuhkan usaha untuk membentuk personal yang berkualitas dengan memiliki keterampilan, kemampuan kerja, dan loyalitas kerja kepada suatu perusahaan ataupun organisasi. SDM yang berkualitas akan membantu perusahaan untuk lebih berkembang dan mencapai tujuan perusahaan.

Jadi Sumber Daya Manusia itu adalah salah satu pondasi yang wajib diperkuat dalam membangun atau mengembangkan suatu bisnis.

7 HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEMBENTUK TIM KERJA

Yang Ketiga Ialah Operasional

Manajemen operasional ialah suatu bentuk dari pengelolahan yang menyeluruh dan optimal pada sebuah masalah tenaga kerja, barang, mesin, peralatan, bahan baku atau produk apapun yang bisa dijadikan sebuah barang atau jasa yang tentunya bisa diperjual belikan.

Tujuan manajemen operasional yang diantaranya yaitu:
  • Efficiency “meningkatkan efisiensi”
  • Productivity “meningkatkan efektivitas”
  • Economy “mengurangi biaya”,
  • Quality “meningkatkan kualitas”
  • Reduced processing time “mengurangi waktu proses produksi”

Sementara fungsi dari manajemen operasional sendiri bisa di sebut dengan POAC yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling, diantaranya :

  • Fungsi Perencanaan bertujuan untuk menentukan suatu tujuan subsistem operasi dari suatu organisasi dan mengembangkan sebuah program, kebijakan dan prosedur yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan itu.
  • Fungsi Pengorganisasian, memastikan kebutuhan manusia dan fisik setiap sumber daya tersedia untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuan yang berhubungan dengan organisasi. Organisasi juga meliputi penugasan setiap aktifitas, membagi pekerjaan ke dalam setiap tugas yang spesifik, dan menentukan siapa yang memiliki hak untuk mengerjakan beberapa tugas.
  • Fungsi Penggerakan, Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun.
  • Fungsi Pengendalian, atau disebut controlling bertujuan gar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit.

Yang Terakhir Ialah Pemasaran dan Penjualan

Kenapa dibilang yang paling berpengaruh ??

Bagaimana tidak, bayangkan teman-teman punya Manajeman Keuangan yang baik, Sumber Daya Manusia yang memadai, Manajeman Operasional yang tertata Rapi tetapi tidak memasarkan produk atau jasa di bisnis yang teman-teman bangun,, apa yang akan terjadi ??

Pasti teman-teman sudah tahu bagaimana jadinya

Maka kenapa saya disini menyebut atau menanggap Pemasaran adalah hal yang paling berpengaruh atau bisa dikatakan yang harus diperkuat karena uang atau kas yang datang itu tergantung dari bagaimana penjualan yang didapat.

Penjualan produk atau jasa itu sendiri tergantung dengan bagaimana cara memasarkannya.

Lalu bagaimana caranya ??

Jika teman-teman sudah menentukan suatu produk atau jasa, maka teman-tinggal menentukan penjualan produk atau jasa tersebut. Di era globalisasi seperti sekarang ini melakukan sangatlah banyak alternatifnya, tidak harus dengan buka toko, sewa tempat, atau yang mempengaruhi banyak keluar modal.

Teman-teman bisa memanfaatkan penjualan online, seperti di facebook, Instagram, marketplace (Shopee, Tokopedia, Lazada) atau bisa di platform lainnya.

Untuk lebih lengkapnya tentang bagaimana cara memasarkan suatu produk atau jasa yang teman-teman bisa baca disini Kamu Yang Mana ? Sales Atau Marketing

Mengubah Kebiasaan Belanja Menjadi Sumber Penghasilan

MERUBAH KEBIASAAN BELANJA MENJADI SUMBER PENGHASILAN

Untuk teman-teman yang punya kebiasaan scroll market place sana sini, scroll instagram dan facebook sampe bawah ke target iklan, terus liat produk langsung tertarik, lalu timbul hasrat ingin membeli dan memilikinya. Itu adalah hal yang wajar karena sifat manusia salah satunya adalah konsumtif.

Konsumtif sendiri ada berbagai macamnya, ada yang rasional dan irrasional mungkin teman-teman bisa baca di pengertian perilaku konsumen.

STOP !!!

Saya disini tidak akan bahas panjang lebar tentang apa itu konsumtif, tapi lebih ke memanfaatkan sifat konsumtif teman-teman menjadi PENGHASILAN TAMBAHAN BAHKAN PENGHASILAN UTAMA.

Saya yakin disini untuk teman-teman yang sering berbelanja online pasti tidak asing dengan Bahasa Dropshipper atau Reseller. Sebagian besar pasti sudah tahu. Karena prinsip berdagang itu adalah adanya penjual dan pembeli.

Nah disini saatnya teman-teman memilih apakah ingin ada di posisi mana ? jadi penjual atau pembeli ?? Dan disini juga saya yakin 90 persen teman-teman ingin ada di posisi penjual. Tapi dengan segala keterbatasan mungkin sebagian baru jadi seorang pembeli.

Baca : SEMBILAN POIN PENTING UNTUK PEBISNIS PEMULA

Lalu Apa Hubungannya ???

Kembali lagi ke atas, disini saya akan sedikit menjelaskan tentang hal tersebut, jika teman-teman sering berbelanja online maka teman-teman pasti akan paham dengan harga berdasarkan kualitas produk, lalu teman-teman akan paham juga dengan kualitas seller pada saat melakukan pembelian.

Jika teman-teman sudah mengerti dengan hal yang saya jelaskan diatas maka ini kesempatan untuk merubah kebiasaan konsumtif menjadi penghasilan, yaitu dengan cara menjadi Dropshipper ataupun Reseller.

Merubah kebiasaan menjadi sumber penghasilan

Apa itu Dropshipper dan Reseller ??

Mari kita bahas Pengertiaan keduanya

Dropshipper adalah orang yang menjual suatu produk dari supplier/produsen, namun tidak menyetok produk terlebih dahulu. Dropshipper hanya menjual kepada konsumen dengan memperlihatkan gambar produk. Bila ada calon pembeli yang memesan, maka dropshipper akan meneruskan pesanan kepada supplier. Produk yang dipesan akan dikirim oleh supplier, atas nama dropshipper itu sendiri

Sedangkan Reseller ialah Menjual Produk dengan cara membeli terlebih dahulu (Stock produk terlebih dahulu) dengan tujuan yang sama untuk dijual kembali kepada konsumen. Produk yang di pesan konsumen langsung kita yang kirim atau kita yang packing.

Singkatnya untuk kedua pengertian diatas adalah Dropshiper tidak menyimpan atau stock produk, sedangkan reseller membeli atau menyimpan terlebih dahulu. Dengan Tujuan untuk di jual agar mendapatkan keuntungan.

Saya harap teman-teman paham dengan kedua pengertian diatas.

Kelebihan dan Kekurangan Keduanya

Dropshipper

Kelebihan Dropshipper :

  1. Pastinya modal yang keluar tidak lebih besar menjadi reseller karena seperti apa yang sudah dijelasakan di atas diatas dropshipper dropshipper akan meneruskan pesanan kepada supplier. Produk yang dipesan akan dikirim oleh supplier
  2. Resiko sangat kecil Paling tidak, ketika Produk yang dijual tidak laku, teman-teman tidak perlu pusing menghabiskan sisa stok produk
  3. Bisa menjual dari banyak supplier terpercaya yang penting teman-teman dapat foto atau gambar produk tersebut
  4. Tidak membutuhkan tempat karena tidak perlu stock produk
  5. Masih bisa di kerjakan dengan sendiri
  6. Bisa dijual secara online dan offline (tapi untuk offline teman-teman harus meyiapkan katalog dan pricelist terlebih dahulu)

Kekurangan Dropshipper :

  1. Cukup sulit mendapatkan supplier yang di percaya, dalam artian gambar atau foto produk yang diberikan tidak sesuai dengan yang di bayangkan
  2. Stock terbatas, bisa jadi rebutan dengan Dropshipper lain kalua memang produk tersebut laku
  3. Komplain dari pembeli karena produk yang tidak sesuai (Rusak, Cacat dan sebagainya)
  4. Margin keuntungan yang di dapat kecil, karena harga yang bersaing, Tapi keuntungan kecil tersebut harus benar benar di maksimalkan dalam memasarkan. Sehingga dari keuntungan yang kecil tadi bisa diakumulasi menjadi keuntungan besar, seiring dengan meningkatnya jumlah produk yang terjual
  5. Sulit menjual produk yang belum pernah dipegang karena produk ada di supplier, teman-teman bisa jadi tidak tahu bagaimana kualitas produk yang akan dikirim nantinya.

Baca : MENGAPA DIGITAL MARKETING SANGAT PENTING BAGI BISNIS

Reseller

Kelebihan Reseller :

  1. Teman teman dapat mengelola stok produk karena telah membelinya terlebih dahulu dari produsen.
  2. Lebih mudah untuk mengembangkan bisnis karena tidak tergantung pada satu supplier atau produsen saja.
  3. Besarnya margin keuntungan dapat ditentukan sendiri sesuai yang diambil dari setiap produk yang dijual.
  4. Kemudahan dalam mengontrol branding bisnis karena tidak tergantung pada produsen untuk packing dan pengiriman produk.
  5. Memiliki ikatan yang kuat dengan konsumen sehingga kemungkinan terjadinya pembelian ulang atau repeat order akan semakin besar.

Kekurangan Reseller :

  1. Berbanding terbalik dengan Dropshipper, Reseller membutuhkan modal awal yang cukup besar untuk membeli produk yang akan dijual.
  2. Teman-teman harus menyiapkan tempat/ gudang untuk menyimpan stock produk.
  3. Ketika produk kurang laku atau rusak dapat mengakibatkan kerugian yang cukup besar.
  4. Mengerjakan banyak hal, mulai pemasaran, melayani konsumen, pengemasan, pengiriman, dan menerima komplain.

Terus Bagaimana Cara Mengerjakannya ???

Pada prinsipnya cara mengerjakannya keduanya tidak jauh berbeda

  • Menentukan Produk Apa yang Akan Dijual
    1. Untuk dropshipper dalam penentuan produk mungkin tidak akan menjadi masalah, teman-teman tinggal upload foto produk yang akan teman-teman jual
    2. Sedangkan untuk reseller penentuan produk sangatlah penting karena laku atau tidaknya produk tersebut akan berpengaruh terhadap cashflow teman-teman. Teman-teman harus riset produk terlebih dahulu sebelum menjualnya
  • Mempersiapkan Modal dan Tempat
    1. Dropshipper mungkin hanya perlu menyediakan modal jauh lebih kecil dari reseller dan tidak harus menyediakan tempat, seperti apa yang di bahas diatas sebelumnya
    2. Untuk Reseller sendiri harus menyiapkan modal untuk membeli produk dari produsen atau distributor sebelum dijual kembali ke konsumen akhir. Selain itu, produk tersebut juga harus disimpan di tempat yang baik sehingga diperlukan tempat khusus sebagai gudang untuk menyimpan stok barang.
  • Bekerjasama Dengan Produsen/ Distributor, Salah satu kunci keberhasilan bisnis adalah menemukan produsen yang dapat diandalkan. Oleh karena itu menjalin kerjasama dengan produsen yang tepat merupakan langkah penting.
  • Melakukan Pemasaran dan Penjualan, Pemasaran produk dapat dilakukan dengan banyak cara. Salah satu cara pemasaran yang sangat efektif saat ini adalah melalui internet, Misalnyanya untuk yang paling rame saat ini adalah di Marketplace (Shopee, Tokopedia, dan Lazada) atau bisa juga di Facebook, Instagram, Grup Whatsapp , blog, dan lain sebagainya.
  • Membangun Hubungan Baik Dengan Konsumen, Suatu pemasaran dapat dikatakan berhasil bila penjual dapat membangun hubungan baik dengan konsumen. Hubungan baik tersebut dapat dilakukan melalui komunikasi via chat, email, dan juga menjaga kualitas komunikasi itu sendiri.

Baca : MAU BISNIS ? HITUNG DULU KEBUTUHAN MODAL DAN BEP-NYA

Lantas Bagaimana Agar Penghasilannya Maksimal ???

Kebiasaan belanja bisa diubah menjadi sumber penghasilan

Pada prinsipnya cara memaksimalkan keduanya tidak jauh berbeda, menurut saya pribadi hal positif yang menjadikan perbedaannya adalah dari margin keuntungan yang didapat, meskipun keduanya punya kekurangan dan kelebihan, tapi untuk Reseller margin keuntungannya jauh lebih besar.

Semuanya kembali kepada teman-teman, ingin menjalankan cara yang mana. Jika dirasa budget yang teman-teman punya itu minim saya sarankan untuk memaksimalkan menjadi dropshipper, karena dropshipper memiliki resiko yang minim tetapi margin yang didapat kecil.

Hubungi tim optima solusi digital apabila teman-teman ingin lebih mengenal dunia reseller dan dropshiper lebih mendalam. Tim kami siap membantu mulai dari nol, mengajarkan cara jitu berkomunikasi dengan customer, membangun sistem operasional yang lengkap, digital marketing, hingga manajemen database pelanggan.

PENTINGNYA KEGIATAN ADMINISTRASI BISNIS UNTUK PERUSAHAAN

Administrasi Bisnis adalah proses pencatatan terhadap apa yang dilakukan dalam proses bisnis sebuah perusahaan

Administrasi bisnis adalah salah satu hal vital dalam operasional suatu perusahaan. Tanpa sistem pencatatan yang rapi maka bisa dipastikan bahwa perusahaan tersebut akan mengalami kesulitan. Setidaknya, dalam hal manajemen data.

Secara umum, terutama usaha dengan skala UMKM, kebanyakan dari mereka mempunyai masalah dalam melakukan pencatatan terhadap kegiatan usaha yang dijalankan. Mengapa? , alasannya adalah setiap perusahaan tidak mencoba untuk membiasakan dalam hal mencatat hal-hal kecil sekalipun dalam kegiatan usahanya.

Baca : MENGAPA BISNIS UMKM WAJIB GO ONLINE

Banyak perusahaan yang mengabaikan pencatatan kegiatan operasional yang dilakukan. Padahal banyak dampak yang terjadi jika suatu kegiatan dilakukan tanpa pencatatan yang baik. Salah satu contohnya adalah perusahaan tidak mencatat penjualan yang terjadi pada laporan penjualan atau menunda pencatatannya dalam beberapa waktu. Lalu apa dampaknya?. Jelas saja, dampaknya adalah sebuah perusahaan tersebut tidak dapat mengetahui penjualan yang sedang terjadi secara real time.

Kebanyakan perusahaan terlalu berfokus atau malah hanya mementingkan penjualan yang terjadi tetapi mengabaikan pencatatannya. Padahal, bagaimana perusahaan tersebut dapat mengetahui sedang dalam kondisi laba atau atau rugi bila tidak punya sistem pencatatan atau proses administrasi yang baik ?.

Jadi sebenarnya apa yang dimaksud dengan administrasi bisnis? apa keuntungannya? dan kenapa harus dilakukan ?.

Administrasi bisnis yang rapi akan membantu perusahaan dalam menjalankan perusahaan secara efisien dan efektif

Pengertian Administrasi Bisnis

Secara teori,  administrasi adalah kegiatan atau aktivitas untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan. Administrasi juga bisa diartikan sebagai kegiatan dengan tahapan yang teratur, dikelola secara efektif dan efisien, dengan menggunakan sarana yang dibutuhkan.

Dalam implementasinya pada dunia usaha, administrasi bisnis semakin berkembang dan mempunyai tugas-tugas yang biasa disebut sebagai fungsi. Secara umum, dapat dikatakan bahwa administrasi dapat terlaksana jika banyak orang berkepentingan yang melakukan administrasi itu sendiri. Hal ini diperlukan untuk mengatur pelaksanaan guna mencapai tujuan yang diharapkan. Kuncinya adalah suatu administrasi dapat dijalankan dengan baik, jika semua orang yang terkait saling melakukan kerjasama sesuai dengan tugasnya masing-masing.

Pada prinsipnya administrasi dalam perusahaan apapun jenisnya, tidak terkecuali perusahaan dagang, jasa, manufaktur wajib dijalankan dengan sebaik mungkin. Tujuan dari proses atau sistem administrasi yang baik adalah sebagai berikut :

  • Untuk mengembangkan usaha yang berjalan, karena administrasi dapat menjadi penggerak kegiatan dalam perusahaan.
  • Dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan untuk dapat mengukur kinerjanya selama beroperasi.
  • Untuk menyusun dan melaporkan program pengembangan usaha yang sedang dilakukan.
  • Sebagai acuan atau dasar pertimbangan pemilik perusahaan atau manajemen untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dalam jangka panjang maupun jangka pendek.
  • Sebagai alat pengawasan ( alat kontrol ) pemilik atau manajemen perusahaan.
Administrasi bisnis memiliki peran vital dalam sebuah organisasi

Peran Vital Administrasi Bisnis

Lebih lanjut dalam hal keuangan , fungsi administrasi juga mempunyai posisi yang vital dalam perusahaan. Adanya administrasi berguna untuk beberapa hal di bawah ini :

  • Untuk mengetahui kondisi usaha sedang dalam keadaan yang untung ataupun merugi. Laporan Laba Rugi yang valid dapat menjadi tolok ukur atau pembanding dengan periode-periode sebelumnya atau dasar untuk meramalkan pediode kedepannya.
  • Laporan keuangan yang disajikan secara akurat juga bisa dijadikan dasar penentuan untuk kelayakan usaha yang dilakukan. Dengan membaca laporan keuangan dapat dilihat usaha yang dilakukan ini sehat atau tidak.
  • Pencatatan keuangan secara rutin dan menghasilkan laporan keuangan yang valid akan memudahkan saat pengambilan keputusan

Namun perlu digarisbawahi bahwa kegiatan administrasi bisnis tidak hanya melulu berkaitan secara langsung dengan masalah keuangan. Ada kegiatan operasional lain yang membutuhkan proses administrasi agar bisa terkontrol dengan baik. Sebagai contoh diataranya adalah sebagai berikut

Administrasi Barang

Apabila usaha Anda membutuhkan sistem gudang untuk menyimpan barang baku atau barang jadi tentunya kegiatan administrasi tidak boleh dilupakan. Pencatatan kapan pembelian persediaan, kapan tanggal kadaluarsanya, berapa jumlah persediaan yang rusak , berapa jumlah barang retur ( dikembalikan oleh pembeli), berapa jumlah barang yang keluar , berapa jumlah barang yang masuk hingga penghitungan jumlah persediaan pada akhir periode akan menjadi hal yang krusial dalam managemen persediaan barang.

Kesalahan dalam pencatatan bisa menjadi sebab usaha Anda mengalami kerugian. Misalnya apabila Anda salah mencatat tanggal kadaluarsa yang pada akhirnya membuat barang dagangan Anda tidak laku dijual.

Baca : SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

Administrasi Kepegawaian

Mencatat jumlah pegawai, absensi pegawai , kapan tanggal masuknya, dimana alamat tinggalnya , berapa nomor telepon orang terdekat yang bisa dihubungi saat ada kondisi mendesak, sampai detail tempat dan tanggal lahir akan sangat memudahkan Anda dalam mengelola SDM ( Sumber Daya Manusia) di perusahaan Anda.

Misalnya ketika akan menghitung Tunjangan Hari Raya. Tentu Anda akan kesulitan bila tidak memiliki lama waktu pegawai tersebut bekerja.

Baca : PERAN STRATEGIS HRD DALAM KINERJA BISNIS PERUSAHAAN

Administrasi Aset Perusahaan

Apakah Anda juga termasuk orang yang mengalami kesulitan saat harus melakukan taksiran mengenai jumlah aset atau harta usaha Anda sendiri ?. Kenapa ? bukankah usaha ini milik Anda ?.

Bisa jadi hal tersebut dikarenakan Anda tidak terbiasa mencatat semua aset yang dimiliki usaha Anda. Mencatat kapan tanggal beli , kapan harus dilakukan maintenance hingga taksiran nilai penyusutan akan sangat membantu untuk menilai aset yang dimiliki.

Administrasi Dokumen Legalitas Perusahaan

Apakah Anda juga termasuk orang yang tidak tahu dokumen apa saja yang tersimpan di meja atau almari arsip Anda ? Padahal dokumen legalitas usaha itu sangatlah penting untuk usaha Anda kedepan.

Administrasi Bisnis yang rapi akan membantu dalam hal manajemen database suatu organisasi bisnis

Lagi-lagi dibutuhkan proses administrasi yang baik. Mulai dari nama dokumen, tanggal pengurusan dokumen, tanggal kadaluarsa hingga dimana dokumen tersebut harus diurus untuk perpanjangan misalnya. Memang secara mudah Anda bisa saja menyerahkan semuanya kepada orang kepercayaan.

Tetapi apakah pernah terlintas pemikiran ketika suatu saat orang tersebut sudah tidak bersama Anda lagi ? Bisa dibayangkan keruwetan yang akan Anda hadapi ketika tidak memiliki sistem administrasi dokumen yang baik.

Pentingnya pencatatan atau proses administrasi bisnis dalam suatu badan usaha sebaiknya juga harus didukung oleh pengetahuan dari pemilik perusahaan. Jadi seberapa penting administrasi bisnis bagi usaha anda? Jawabannya adalah sangat penting 

peran strategis hrd dalam kinerja bisnis perusahaan

PERANAN HRD DALAM KINERJA BISNIS PERUSAHAAN

HRD atau Divisi Sumber Daya Manusia adalah sebuah pekerjaan yang berkaitan dengan sumber daya manusia. HRD atau Human Resource Department adalah sebuah bagian penting dalam menjaga keutuhan dan keefektifan kerja didalam perusahaan.

Seperti namanya, fungsi utama dari divisi HR adalah untuk mengatur dan mengembangkan segala hal yang berkaitan dengan sumber daya manusia. Fungsi selanjutnya adalah menjaga hubungan antara karyawan dengan perusahaan. Fungsi utama ketiga adalah memastikan seluruh hak yang dimiliki karyawan dapat diterima dengan semestinya

Dahulu biasanya orang yang bekerja didalam divisi HR adalah seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan dari jurusan psikologi. Saat ini, profesi sebagai HR bisa diisi dari berbagai macam latar belakang disiplin ilmu dengan syarat memiliki kemampuan yang dibutuhkan.

Intinya, orang yang cocok untuk ditempatkan sebagai HR adalah yang memiliki kemampuan yang baik dalam hal interaksi dengan orang lain. Kemampuan lain adalah mampu berperan sebagai penghubung atau jembatan antara perusahaan dengan para karyawan.

Beberapa tanggung jawab HRD

1. Perencanaan

Salah satu tanggung jawab HRD adalah perencanaan. Perencanaan yang menjadi tanggung jawab HR Department adalah adanya perencanaan yang baik untuk semua bisnis proses HR. Mulai dari perencanaan kebutuhan sumber daya manusia, rekrutmen,  training and development, perhitungan compensation and benefit, hubungan industrial,  administrasi kepegawaian, dan peran lainnya yang terkait dengan sumber daya manusia.

2. Rekrutmen

Pemilihan SDM yang tepat menjadi kunci keberhasilan bisnis perusahaan. Ketika perusahaan melakukan proses perekrutan, HR Department memiliki peranan penting dan tanggung jawab yang besar. Targetnya adalah dapat menemukan SDM yang tepat dan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

Dalam proses rekrutmen, HRD memiliki tanggung jawab untuk mencarikan dan menentukan karyawan mana yang layak untuk masuk ke dalam perusahaan. Tentunya dalam proses ini HR dan user akan dibantu dengan serangkaian tes seleksi.

Baca : 7 HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEMBENTUK TIM KERJA

3. Mengelola SDM

Setiap karyawan di dalam sebuah perusahaan merupakan aset yang sangat penting dan harus dijaga demi performa yang baik pula. Dalam menjaga performa karyawan inilah fungsi HR perlu dihadirkan.

Seorang HR juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan observasi pada seluruh karyawan. Seorang HR juga harus mampu untuk menggali potensi terbaik mereka, kemudian menempatkannya pada pos jabatan atau peran yang sesuai.

4. Training

Pelatihan untuk para karyawan dalam sebuah perusahaan adalah hal yang wajib dilakukan. Dengan pelatihan, diharapkan akan memberikan nilai tambah bagi setiap karyawan, sehingga dalam melakukan pekerjaannya karyawan bisa memberikan performa yang lebih baik lagi.

HR Departmnet memiliki tanggung jawab dalam kesuksesan bisnis perusahaan

Dari semua uraian diatas, secara umum bisa disimpulkan tugas seorang HR adalah membangun kapabilitas SDM di dalam organisasi serta meningkatkan motivasi dan produktivitas mereka, sehingga pada akhirnya visi dan misi organisasi dapat tercapai.

Peran Strategis HRD Dalam Kinerja Bisnis Perusahaan

Peran HR (seharusnya) demikian penting, karena investasi di bidang SDM, setidaknya melalui biaya kepegawaian, tidak kecil nilainya.  Hanya saja yang masih banyak terjadi adalah bahwa karyawan belum dianggap sebagai aset perusahaan yang harus tetap dipertahankan dan dibina untuk menghasilkan performa kerja yang terbaik dengan potensi terbaik yang bisa dilakukan. Sayangnya, masih banyak pengusaha menganggap karyawan hanya pada sebatas pekerja bukan sebagai aset perusahaan.

Pada masa terdahulu tugas HRD pada suatu perusahaan dikenal sebagai personalia yang pekerjaannya hanya berkisar pada pemberian gaji, tunjangan kesehatan, pembagian bonus, absensi, cuti, bimbingan dan konsultasi, kedisiplinan, pemberian sanksi terhadap pelanggaran dan tugas kepegawaian lainnya.

Sampai saat ini kebanyakan citra HR yang melekat di organisasi adalah sebagai personalia, sehingga jika terjadi pelanggaran kedisiplinan, karyawan yang mengundurkan diri, rendahnya kinerja dan sebagainya, maka tumpuannya ada kepada HR. Seolah-olah semua tumpuan penyelesaian pekerjaan yang berkaitan dengan karyawan diserahkan kepada HR.

Sepertinya semua menjadi tanggung jawab HR dan atasan lain hanya terima beres. Hal ini cenderung menyebabkan divisi atau departemen non HR merasa bahwa tugasnya adalah hanya yang berkaitan dengan unit bisnis masing-masing, bukan ikut menangani karyawannya yang bermasalah, meskipun karyawan tersebut adalah bawahan mereka secara langsung.

HR Department memiliki peranan strategis dalam kinerja bisnis perusahaan

Perluasan Peran HRD

Pada perkembangannya di era sekarang ini fungsi dan tugas HR adalah lebih fokus kepada pengembangan kemampuan karyawan dalam pencapaian tujuan organisasi. Mengenai kepegawaian sehari-hari di lapangan ditangani oleh manager atau atasan masing-masing pada setiap divisi. Setiap manager mempunyai tanggung jawab secara organisasi terhadap setiap bawahannya. Baik mengenai pengaturan kerja (supervisi), kinerja, sikap sampai kepada pengajuan remunerasi. Karena fungsi personalia mesti melekat pada semua manager.

Pertanyaan yang akan muncul adalah, apakah supaya fungsi HRD sama sekali tidak berbenturan dengan masalah pegawai?. Jawabannya adalah tidak mungkin, karena bagaimanapun juga dalam prakteknya tetap ada benturannya.  

Tugas dan fungsi bagian HR lebih kepada penyusunan sistem, sementara pelaksanaan harian sebaiknya diserahkan kepada masing-masing atasan, agar setiap atasan dapat menjalankan fungsi managerial mereka.  Sebagai contoh adalah soal performance review.

Baca : SENI MEMBANGUN TIM ALA KLUB SEPAKBOLA

Dalam penilaian, HR harus membuat sistem dan prosedur penilaian, namun yang berhak memberikan penilaian adalah atasan langsung, karena dialah yang paling mengetahui kinerja karyawan. Demikian juga mengenai hak cuti. Yang menyusun prosedur cuti adalah bagian HR, tapi yang berhak menyetujui atau tidak menyetujui cuti tersebut adalah atasan langsung dari si karyawan.

Pengertian-pengertian demikian harus disosialisasikan kepada seluruh atasan, agar mereka memahami fungsi dan tanggung jawab sebagai manajer, serta fungsi dan tanggung jawab HR. Dengan demikian maka rasa memiliki dan tanggung jawab atasan terhadap karyawan semakin besar. Departemen non HR seyogyanya tidak seenaknya melemparkan setiap permasalahan karyawan kepada HR.

Sebaliknya, pihak HR juga tidak begitu saja menjadi bulan-bulanan karyawan karena dianggap mata-mata atau kaki tangan pemilik perusahaan, tetapi menjadi partner perusahaan dalam menjalankan bisnis.

Dengan demikian bagian HR tidak lagi menjadi semacam musuh yang ditakuti atau harus dilawan, sehingga diharapkan para personil HR dapat fokus pada pengembangan sumber daya manusia yang ada dan dibutuhkan di perusahaan.

HRD Adalah Partner Bisnis Perusahaan

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa HRD memiliki peran yang strategis dalam kinerja bisnis sebuah unit usaha atau perusahaan. Perusahaan tentu memiliki target atau visi dan misi kedepan yang harus dicapai. Untuk mencapai visi misi tersebut , perusahaan kemudian membagi organisasi kedalam beberapa divisi dengan target masing-masing divisi yang terkait dengan pencapaian tujuan organisasi.

HR Department akan membantu kinerja bisnis perusahaan

Setiap divisi membutuhkan leader atau manajer dan tim pendukungnya. Peran HR adalah memastikan bahwa semua personel di divisi sudah ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kemampuanya. Di sisi lain , HR juga perlu memberikan training yang sesuai agar kemampuan tiap personel di masing-masing divisi bisa berkembang. Tujuanya tentu adalah untuk mendukung tercapainya visi misi divisi secara khusus maupun visi misi organisasi secara umum.

Dalam berjalannya roda organisasi atau operasional perusahaan, HR juga punya peran penting untuk menjaga harmonisasi di dalam hubungan internal ( antara karyawan dan perusahaan ) maupun hubungan eksternal ( antara perusahaan dengan pemerintahan atau masyarakat sekitar).

Kondisi yang harmonis baik dalam hubungan internal maupun eksternal akan membuat situasi perusahaan kondusif atau bisa berjalan dengan baik. Kondisi yang kondusif akan meminimalisir potensi benturan kepentingan. Ketika itu tercapai, organisasi akan berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun sehingga visi misi organisasi juga bisa tercapai.

sumber : hrd-forum.com

10 STRATEGI MANAJEMEN USAHA UNTUK UMKM

Mengelola suatu usaha dalam hal ini adalah UMKM bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Anda sebagai seorang pengusaha harus memastikan roda usaha berjalan dengan baik dan tentu saja mencapai target yang telah disusun.  Tidak ada pilihan lain, menerapkan manajemen usaha merupakan hal yang wajib dilakukan untuk mencapai semua target bisnis Anda.

Untuk mengelola UMKM diperlukan strategi manajemen usaha yang baik

Manajemen usaha adalah salah satu kegiatan untuk mengatur segala hal dalam menjalankan usaha sehingga tujuan-tujuan yang diharapkan dapat tercapai.  Manajemen usaha tidak hanya diterapkan untuk bisnis besar saja, semua lini bisnis dari usaha kecil sekalipun sebaiknya menerapkan manajemen usaha.

Pada perusahaan-perusahaan besar, manajemen usaha biasanya dikelola oleh profesional yang sudah berpengalaman di bidangnya.  Lalu, bagaimana dengan usaha-usaha kecil? Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan manajemen usaha untuk usaha kecil agar berkembang dan sukses.

1. Merencanakan Model Bisnis UMKM Yang Realistis

Salah satu fungsi manajemen adalah perencanaan.  Maka pada langkah pertama ini, buatlah perencanaan tentang model bisnis.   Buatlah perencanaan yang realistis atas model bisnis yang akan dipilih.

Saat membuat perencanaan model bisnis, coba lihatlah ke sekeliling dan cobalah mencari contoh sukses dari  yang Anda kehendaki, lalu pelajari.  Selanjutnya Anda dapat melakukan modifikasi untuk bisnis Anda.

Bila Anda tak dapat menemukan contoh model bisnis yang anda jalani, itu artinya mungkin Anda luar biasa kreatifnya, atau malah sebaliknya  berarti model bisnis Anda memiliki kemunginan kecil untuk berhasil di dunia nyata. Perencanaan yang realistis memiliki kesempatan berhasil untuk diterapkan di dunia nyata  

2. Berhitung Modal Awal dan Angka Dasar

Berhitung modal awal adalah salah satu  hal krusial yang harus Anda ketahui.  Berapa banyak dana yang dibutuhkan untuk membuka sebuah usaha.  Buatlah daftar-daftar yang dibutuhkan mulai dari harga sewa toko misalnya, listrik, gaji karyawan, harga peralatan usaha, alat tulis hingga perhitungan pajaknya.

Kemudian detailkan lagi atau bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan beroperasi,  dan itulah angka dasar yang akan dijadikan patokan atau bisa ditetapkan menjadi target minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari.  

Jika Anda belum atau tidak terlintas untuk berpikir tentang angka dasar, ada baiknya memikirkan ulang rencana bisnis Anda.  Kenapa ? Bagaimana Anda akan tahu potensi bisnis yang akan dijalani bila tidak memiliki perhitungan yang jelas.  Itu sama seperti anda masuk hutan belantara tanpa tahu kondisi di dalamnya.  Apakah UMKM Anda mampu bertahan hidup ? Bisa saja kalau nasib Anda baik.

3. Siap Bekerja Lebih Keras dan Efisien

Pada awalnya,bisa jadi  Anda tidak mampu untuk membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah.  Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri.

Artinya,  jika Anda tidak bersedia bekerja keras, lembur, melupakan kesenangan sementara, maka dunia wirausaha tidak cocok bagi Anda. 

Tidak cukup hanya dengan kerja lebih keras.  Cara mengatur manajemen usaha selanjutnya adalah dengan bekerja efisien.  Ketika karyawan Anda adalah Anda sendiri hal yang perlu dipastikan adalah bagaimana cara mensiasati waktu yang tersedia untuk mengurusi berbagai hal dalam satu waktu.

Manajemen UMKM yang baik akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas di dalam pengelolaannya

4. Hargai Waktu

Terkait  dengan bekerja efisien cobalah memberi nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp 30.000 (tiga puluh ribu) perjam.  Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan.

Contoh kasus, bila vendor anda mengenakan biaya Rp 15.000 (lima belas ribu) untuk pengiriman setiap minggu, dan jika anda ambil sendiri gratis,  namun Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke lokasi vendor anda tersebut.  Maka akan lebih baik jika Anda bayar saja ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena Iebih murah.  

Putuskan bekerja efisien, karena pada banyak kasus, waktu kita lebih berharga dari harga membayar orang  untuk melakukan hal yang banyak menghabiskan waktu.

5. Bangun Hubungan Baik Dengan Vendor

Vendor atau supplier merupakan salah satu hal penting yang menentukan rantai bisnis Anda, jadi perlakukan mereka sebaik mungkin.  Mereka adalah salah satu penentu faktor penjualan bisnis. Jika   telat mengirimkan barang saja, Anda dapat menderita kerugian.

Selain itu, jika Anda menjaga hubungan baik dengan vendor, mungkin saja Anda akan diistimewakan seperti mendapatkan diskon, pengiriman gratis, lebih mudah saat melakukan negosiasi  atau apapun yang dapat menguntungkan bagi bisnis Anda.

Baca : SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

Salah satu strategi pengembangan UMKM adalah dengan menjaga hubungan baik dengan pihak eksternal ( vendor)

6. Menjual Kelebihan dan Kualitas

Saat  memulai usaha, biasanya Anda akan kesulitan membuka pasar.  Tapi, jika Anda bersaing harga, biasanya pada akhirnya Anda akan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah harga modal.

Jalan keluarnya adalah cobalah untuk menjual kelebihan dan kualitas yang baik, selain itu kemampuan komunikasi yang baik juga akan memberi nilai tambah untuk menjelaskan produk yang dipasarkan.  Belajarlah untuk menguasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda Iebih tinggi karena memiliki nilai yang Iebih baik.

Kedepannya, penjualan akan meningkat seiring dengan kelebihan dan kualitas yang diberikan kepada pembeli.

7. Merekrut Karyawan Yang Baik dan Berkualitas

Sejalan dengan perkembangan usaha,  pada akhirnya Anda harus merekrut karyawan dari Iuar. Untuk itu, Iakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha.  Tentu akan sangat disayangkan jika nantinya visi Anda sebagai  pemilik  usaha justru berkebalikan dengan karyawan yang telah direkrut.

Karyawan yang baik akan mudah jika Anda berikan pengarahan sebagai salah satu fungsi manajemen.  Kemudian, jangan lupa untuk menganggap karyawan sebagai aset perusahaan bukan semata-mata sebagai tenaga kerja.

Baca : 7 HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEMBENTUK TIM KERJA

8. UMKM Wajib Gunakan Teknologi

Teknologi merupakan alat yang sangat membantu kehidupan manusia, tidak terkecuali juga di dalam dunia bisnis seperti UMKM.  Selain dapat mempercepat kerja manusia, teknologi juga dapat digunakan untuk mendukung fungsi manajemen dan pengendalian.

Belakangan ini banyak bermunculan aplikasi yang bisa digunakan dengan biaya yang terjangkau.  Hal ini tentunya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan kecil  (UMKM) sehingga memiliki sisi kompetitif  untuk  dapat bersaing juga dengan perusahaan besar.

9. Jadilah UMKM Yang Terbaik

Anda tidak boleh setengah-setengah.  Setiap hal yang Anda lakukan dalam bisnis maupun untuk pelanggan haruslah yang terbaik.  Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik.  Lakukan itu terus menerus secara konsisten dan kekuatan word of mouth atau rekomendasi atau refersensi baik dari pelanggan akan menyebar dan membantu pertumbuhan bisnis Anda.

Dengan berkolaborasi bersama partner yang tepat maka peluang suatu UMKM untuk tumbuh akan makin besar

10. Mencari Partner Kerja Atau Investor

Menjalankan bisnis adalah sebuah perjalanan yang berisiko.  Jadi carilah partner bisnis atau investor untuk bersama-sama berinvestasi dalam bisnis yang akan dijalankan.

Partner dapat menjadi sekutu, di mana Anda akan bekerja bersama.  Seandainya timbul  masalah, akan ada partner yang membantu Anda.  Selain itu, buatlah tim dalam bekerja agar memudahkan pekerjaan dan dapat saling berbagi beban.

Tekad saja tidak akan cukup untuk membuat pondasi bisnis Anda menjadi kuat.  Menyusun langkah-langkah strategis akan menentukan seberapa besar bisnis Anda nantinya. 

Sumber : kampungwirausaha.com